Showing posts with label Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Fotografi. Show all posts

Etika Fotografer

Monday, July 15, 2013

Siapa yang tak kenal dengan fotografi? Hampir setiap orang, anak-anak, remaja dan orang dewasa pasti mengenal apa itu fotogrrafi. Akan tetapi kebanyakan orang yang hanya mengenal atau mengetahui fotografi sebagai suatau kegiatan untuk mengambil gambar. Pada saat sekarang ini, dunia fotografi sangat diminati oleh semua orang yang ada di seluruh penjuru dunia ini. Baik sekedar hoby, maupun yang sudah menjadi ahli. Ada photografer pemula dan yang sudah sangat ahli. Pada saat ini saya akan menjelaskan tentang etika dalam fotografi dari beberapa sumber yang saya dapatkan. 

  

Sebagai makhluk sosial, sebagai fotografer, kita tidak luput dari hubungan manusia. Bila kita hobi foto potret, maka kita akan berhubungan langsung dengan modelnya. Kalaupun hobi kita foto pemandangan, tetap saja kita harus berhubungan dengan orang lain di lokasi  untuk mendapatkan informasi atau bantuan.

Maka dari itu masalah etika, adalah masalah yang penting. Namun topik ini biasanya jarang di bahas, fotografer biasanya lebih tertarik membahas soal kamera, lensa, pencahayaan dan lain lain.
Maksud dari etika menurut saya adalah bagaimana cara kita berhubungan antar manusia, antara fotografer dan model, antara fotografer dengan asisten, atau dengan masyarakat lokal. Dengan memiliki etika yang baik, fotografer tentunya diuntungkan dengan mendapatkan foto yang lebih berarti, enak dilihat dan alami. Orang-orang di sekitar kita pun akan lebih senang membantu kita. 

Secara garis besar, memiliki etika yang baik berarti fotografer bersikap rendah hati, hormat terhadap orang lain, antusias dan baik hati. Jangan sampai orang lain merasa terganggu ataupun tidak nyaman dengan kita dalam hal ini sebagai seorang fotografer. Dalam foto potret, misalnya, terutama bila modelnya wanita, kita menghormatinya dengan tidak menyentuh saat mengarahkan. Menyentuh model wanita sangat tidak sopan terutama di Asia dan membuat model tersebut menjadi tidak nyaman. Selain itu, hindari kebiasaan berbicara dengan nada memerintah dan sering-seringlah memuji atau berterima kasih bila memang patut. 

Saat foto potret, seringkali model kita tidak berpengalaman atau kaku di depan kamera. Hal ini wajar, dan bisa diatasi dengan banyak berkomunikasi dengan mereka. Banyaklah bertanya kepada mereka, tentang hal-hal yang berkaitan dengan mereka, misalnya bila ia seorang musisi, maka tanyakanlah tentang hal berbau musik, atau paling tidak hidup mereka secara umum. Hindari perbincangan tentang hal-hal negatif seperti perang, dan hindari topik SARA.
Bahkan untuk memfoto kecelakaan atau kejadian tertentu, ada UU yang mengaturnya dalam UU no 40/1999 PERS dan KEJ -banyak pasalnya-. 

Jadi sebenarnya dalam dunia fotografi, ada juga UU yang mengaturnya, dan seharusnya Photografer boleh mengambil gambar dalam keadaan apapun, tapi harus sesuai etika dan kode etik yang berlaku. 

Singkatnya, perlakukan orang-orang sekitar seperti Anda ingin diperlakukan. Dengan demikian, fotografi Anda akan bisa lebih maju. Dan jangan lupa, mengorangkan orang itu yang paling penting :D . Selamat mencoba.

Kamera Digital

Jenis – Jenis Kamera Digital
Bagaimana memilih Kamera yang tepat ? Bingung memilih kamera digital yang sesuai dengan kebutuhan anda ? Simaklah TIPS kami untuk memilih kamera digital untuk keperluan Fotografi Bawah Air.
Alat pertama yang perlu anda beli tentunya adalah sebuah Digital Camera, ada banyak digital kamera di pasaran, tapi tentunya anda harus memilih yang paling tepat untuk anda disesuaikan dengan level keterampilan, dan seberapa antusias anda akan menggunakannya.

A. Memilih DIGITAL KAMERA
Secara umum, ada 3 jenis kamera digital yang tersedia di pasaran, semuanya bisa digunakan untuk kegiatan fotografi bawah air. Berikut ini akan kami bahas secara umum kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis kamera digital.
1. Pocket Camera / Kamera Saku
Kamera type ini adalah jenis kamera yang paling sederhana, di desain untuk mereka yang awam terhadap ilmu fotografi. Hampir semua merk camera mengeluarkan kamera jenis ini, untuk merk Canon, mereka membuat jajaran IXUS untuk kamera jenis pocket. Untuk mengambil gambar, produsen kamera menetapkan prosedur yang sangat sederhana yaitu POINT and SHOOT. Kelebihan kamera ini tentunya adalah harganya termurah dibanding kamera lainnya, namun kamera jenis ini jarang yang memberikan fasilitas MANUAL SHOOT karena memang didesain untuk awam fotografer. Oleh sebab itu, jika anda berencana untuk mendalami fotografi bawah air, anda tidak disarankan untuk memilih kamera jenis ini.

Camera jenis Pocket buatan Canon

2. Prosumer Camera / Kamera Semi Professional Kamera jenis ini didesain untuk mereka yang antusias terhadap fotografi, namun belum memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem kamera professional sekelas DSLR (Digital Single Lens Reflex). Kamera ini mirip dengan jenis pocket, namun memiliki fungsi kamera yang setara dengan kamera DSLR. Yang membedakannya dengan kamera DSLR adalah lensanya yang tidak interchangable (diganti). Jenis kamera ini sangat cocok untuk mereka yang ingin menekuni fotografi bawah air dengan budget yang pas-pasan. Kelebihan kamera ini jelas yaitu dapat memberikan fasilitas kamera digital SLR pada sebuah harga yang relatif lebih murah. Dengan memahami keterbatasan kamera, tentunya anda dapat membuat foto-foto yang dahsyat dengan kamera jenis ini. Kami sangat menyarankan anda untuk memilih tipe ini sebagai investasi awal hoby fotografi bawah air anda. Umumnya hanya dengan mengeluarkan dana sebesar 5-6 juta rupiah, anda sudah bisa memiliki kamera jenis ini lengkap dengan housingnya. Perhatikan bahwa anda harus jeli dalam memilih spesifikasi lensa kamera jenis prosumer. Jika anda menyukai fotografi Macro, pilihlah kamera dengan lensa yang memiliki focal length 35mm (equivalent 35mm), jika anda menyukai wide angle photography, piliihlah kamera yang memiliki focal length setara 28mm pada kamera 35mm.

Canon G7, kamera jenis Prosumer 

3. Digital Single Lens Reflex (DSLR) Professional Camera Kamera ini adalah type professional, didesain untuk mereka para professional fotografer yang sudah mengerti betul aspek aspek ilmu fotografi. Perlu dicatat bahwa secanggih-canggihnya kamera jika tidak ditunjang oleh kehandalan fotografer, maka hasilnya nyaris nol besar. Falsafah “The Man Behind The Gun” sangat berpengaruh terhadap hasil foto. Kamera jenis ini cocok untuk mereka yang antusias terhadap fotografi, serta memiliki dana yang cukup berhubung jenis kamera ini cukup mahal.

Nikon D7000, produk DSLR dari NIKON 

B. Memilih HOUSING Camera
Kamera Digital saja belum cukup untuk kegiatan fotografi bawah air. Agar aman untuk digunakan didalam air, kamera memerlukan pelindung agar menjadi kedap air. Alat pelindung tersebut lazim disebut HOUSING / Rumah. Pada Housing tersebut juga terdapat tombol-tombol yang secara mekanis dihubungkan dengan tombol pada kamera. Oleh sebab itu didalam air kita dapat melakukan setting kamera seperti kita melakukan fotografi didarat. Dengan demikian maka Housing menjadi sangat essensial dalam kegiatan underwater photography. Kekuatan material serta ketelitian tinggi sangat diperlukan dalam proses produksi sebuah housing. Oleh sebab itu tidak jarang harga housing menjadi cukup mahal, bahkan ada yang harganya lebih mahal dari harga kamera itu sendiri.

Housing jenis Non DSLR (Kiri), dan Housing DSLR (Kanan) 

Sebuah housing hanya cocok untuk satu type camera saja, Housing tidak bersifat general, artinya satu model kamera hanya compatible dengan housing peruntukannya. Contoh housing camera Canon Powershoot S80, tidak bisa digunakan untuk kamera model lainnya. Oleh sebab itu Sebelum membeli digital kamera, Pastikan bahwa Housingnya masih tersedia dipasaran untuk dibeli. Usahakan untuk membeli Kamera langsung beserta housingnya untuk mencegah tidak tersedianya housing dikemudian hari.
Khusus untuk kamera DSLR, anda pun harus memberli port tambahan sesuai dengan lensa yang anda pilih. Setiap lensa memiliki satu port yang compatible, oleh sebab itu khusus untuk kamera DSLR anda hanya dapat membawa 1 jenis lensa ke dalam air.
Kamera jenis non-DSLR, biasanya memiliki fungsi lensa yang mencakup macro maupun wide angle. Oleh sebab itu salah satu keunggulan kamera jenis ini dibawah air selain badannya ramping, anda juga dapat memotret macro dan wide angle dengan 1 unit kamera saja.
Khusus untuk Housing camera jenis prosumer, saat ini tersedia banyak sekali casing / housing buatan produsennya sendiri dengan harga yang relatif murah dibanding buatan perusahaan lain (3rd party). Namun perlu extra hati-hati jika menggunakan casing / housing buatan manufacturer kamera tersebut, karena banyak sekali kasus flooding / bocor terjadi menimpa pemilik kamera-kamera non-DSLR tersebut.
Upaya yang terbaik adalah membeli housing 3rd party seperti merk Ikelite, Sea & Sea, Subal, dll, yang memang dibuat dari bahan berkualitas tinggi serta di desain untuk pemakaian dalam aktifitas Scuba Diving.
Perhatikan pula tata cara menggunakan O-Ring dan Grease pada system housing kedap air pada manual book alat masing-masing. Yang perlu diingat adalah bahwa silicon Grease bukanlah alat utama untuk mencegah kebocoran. Kebocoran hanya bisa dicegah dengan penggunaan karet O-ring yang sesuai dengan petunjuk manualnya.

Tips Memotret Anak Kecil

Saturday, March 17, 2012

Salam Jepreett... Memotret anak merupakan hal yang mengasyikan dan menyenagkan, akan tetapi apabila kita tidak bisa berbaur dengan anak-anak tentu itu akan menjadikan kendala bagi kita dalam memotretnya. Ekspresi-ekspresi lucu dari wajah maupun tingkah laku polos dan alami mereka menjadikan sebuah daya tarik tersendiri. Disini kita akan sedikit belajar tentang bagaimana memotret anak-anak sehingga kita dapat mengabadikan ekspresi mereka secara alami. Mari kita baca tips berikut..


Jangan Paksa Mereka Tersenyum
Kebanyakan orang jika akan memotret anak-anak selalu bilang kepada mereka "Senyummm.... cheeerrssss...." ,apa yang akan anda dapatkan? Senyum yang terlihat  dipaksakan, bibir yang ditarik kaku. Tentu itu akan meperlihatkan hasilnya tidak terlihat alami. Dan pose yang bagus tidaklah harus selalu tersenyum. Biarkan alami, karena bisa juga sifat si anak yang sudah dari bawaannya :D

Sejajarkan Posisi Kamera Dengan Mata Mereka 
Untuk menyesuaikan dengan tinggi anak-anak tentunya kita harus berjongkok atau berbaring seperti tentara yang siap membidik sasaran :D , dengan begitu tubuh mereka akan tampak proporsional (kepala tidak lebih besar daripada bagian tubuh yang lain). Kecuali jika anda menginginkan efek dan angle tertentu, kita dapat mengatur posisi kita sendi dengan bebas.


Biarkan Mereka Beraksi Spontan
Jangan terlalu memberikan arahan-arahan pose gaya kepada mereka. Saat kita terlalu mengarahkan supaya anak-anak berpose pada gaya tertentu, mereka akan mulai kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri. Jadi biarkan mereka bergaya dan berekspresi secara spontan. Biarkan mereka beraksi secara alami dan bebas. Cara paling ampuh adalah dengan mengajak mereka bermain cilukba, atau jika mereka terlalu besar untuk bermain cilukba, ajaklah mereka ngobrol. Tanyai nama, nama ibu/ayah-nya, tanyai sekolahnya dll, lalu biarkan percakapan mengalir… Lalu jepret..jepret..dapat dah

Tanyakan Cita-cita Mereka (atau tokoh kartun favoritnya)

Anak-anak biasanya memiliki (atau didik untuk memiliki) cita-cita tertentu atau paling tidak memiliki tokoh kartun favorit. Insinyur, dokter, pemain bola, tentara, guru, ustadz atau naruto, superman, batman. Apa saja. Pakaikan kostum sesuai cita-cita atau tokoh favorit mereka dan fantasi mereka akan mulai melayang sehingga hilang semua kekakuan dan nervous. Ayo Naruto jurusnya gimana…. jepret jepreeett!!

Manfaatkan Alat Bantu
Tidak semua anak-anak suka bergaya dan berpose luwes, apalagi kalau tahu mereka sedang di foto. Jika anak tampak canggung, malu atau terlalu kaku manfaatkan alat bantu yang ada. Mainan adalah alat paling ampuh, jika mereka suka bermain boneka berilah boneka. Jika mereka suka bermain mobil-mobilan, berikan mobil-mobilan. Kalau mainan memang tidak tersedia, anda bisa memanfaatkan kursi, buku atau bahkan bolpen. Dengan begitu mereka akan sedikit melupakan kalau sedang jadi obyek foto dan mulai berekspresi spontan.

Gunakan Mode Continue/ Burst (atau Mode Scene: Sports)
Karena anak-anak cenderung banyak bergerak, anda akan kewalahan kalau memaksakan kamera mencari fokus di mode Single. Gunakan mode continue/burst atau jika anda menggunakan settingan otomatis gunakan scene sports/children.

Mengakrabkan Diri
Salah satu cara agar anak-anak merasa nyaman dengan kita saat kita hendak memotret. Mengakrapkan diri harus kita lakukan baik itu objeknya anak-anak ataupun yang lebih dewasa. Buat mereka akarab dengan kita sehingga tidak ada rasa malu dan minder saat ada kita hendak memotretnya.

Semoga bermanfaat... Sob!!!

Featured Posts Coolbthemes